Archive for November, 2009

 

Hipotesis harus jelas secara konseptual

November 28th, 2009

Hipotesis harus jelas secara konseptual
Konsep sedapat mungkin didefinisikan secara operasional. Untuk menjelaskan konsep, definisikanlah konsep itu (a) dengan kata-kata, (b) dalam operaso tertentu (indeks pengukuran, jenis observasi), (c) dengan menghubungkannya pada konsep-konsep lain yang dalam penelitian sebelumnya.

Read full article | 1 Comment »

Hipotesis harus mempunyai rujukan empiris

November 28th, 2009

Hipotesis harus mempunyai rujukan empiris
Hipotesis tidak boleh mengandung konsep-konsep yang merupakan penilaian (value judgements). “Pemuda seharusnya berperan dalam pembangunan” merupakan contoh hipotesis yang merujuk pada nilai, bukan pada rujukan empiris. Kata-kata seperti “seharusnya” harus dihindari karena lebih mencerminkan sikap daripada gejalah empiris. Ubah kata-kata seperti itu menjadian uraian deskriptif misalnya “ hubungan masyarakat yang baik [...]

Read full article | 1 Comment »

Hipotesis harus bersifat spesifik

November 28th, 2009

Hipotesis harus bersifat spesifik
Sering kali kita membuat hipotesis-hipotesis yang umum karena hipotesis-hipotesis tersebut kedengaranya “hebat” dan mengesankan. Sebenarnya hipotesis seperti itu tidak dapat diuji contoh “ (a) Jika komunikasi timbal-balik antara pemerintah dan rakyat dilakukan sebaik-baiknya, partisipasi dalam pembangunan akan meningkat. (b) Bila siaran pedesaan disesuaikan dengan frame of reference pendengarnya, siaran pedesaan itu akan [...]

Read full article | 1 Comment »

Hipotesis harus dihubungkan dengan teknik penelitian yang ada

November 28th, 2009

Hipotesis harus dihubungkan dengan teknik penelitian yang ada.
Teori dan metode bukanlah hal yang bertentangan. Ahli teori yang tidak tahu teknik untuk menguji hipotesisnya tidak akan mampu merumuskan masalah yang diteliti. Sebelum meneliti masalah kita harus mempelajari beberapa teknik yang pernah dipergunakan uuntuk mengukur factor-faktor yang diteliti.

Read full article | 1 Comment »

Hipotesis

November 28th, 2009

Hipotesis
Dalam model tradisional ilmu kita melihat bagaimana dari kasus-kasus observasi kita simpulkan sebuah teori melalui peruses induksi. Kemudian, dari teori kita dapat menjabarkan proposisi-proposisi baru melalui proses deduksi. Teori tidak dapat diuji. Agar dapat diuji teori harus dirinci menjadi proposisi-proposisi. Proposisi ini disebut hipotesis sering juga disebut statement of theory in testable form, atau tentative [...]

Read full article | No Comments »