Hipotesis harus bersifat spesifik

Hipotesis harus bersifat spesifik

Sering kali kita membuat hipotesis-hipotesis yang umum karena hipotesis-hipotesis tersebut kedengaranya “hebat” dan mengesankan. Sebenarnya hipotesis seperti itu tidak dapat diuji contoh “ (a) Jika komunikasi timbal-balik antara pemerintah dan rakyat dilakukan sebaik-baiknya, partisipasi dalam pembangunan akan meningkat. (b) Bila siaran pedesaan disesuaikan dengan frame of reference pendengarnya, siaran pedesaan itu akan mencapai sasarannya. Supaya dapat diteliti (researchable), hipotesis-hipotesis “ besar” itu harus dijabarkan menjadi subhipotesis-hipotesis. Dalam subhipotesis digunakan konsep-konsep yang sudah sangat spesifik. Subjek, waktu, target, dan hubungan-hubungan dinyatakan secara jelas dan eksplisit.

This entry was posted on Saturday, November 28th, 2009 at 4:25 am and is filed under Konsep Dasar Penelitian. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Hipotesis harus bersifat spesifik”

  1. Lirik lagu,waninta dan tekno,tip cantik » Hipotesis Says:

    [...] *. Hipotesis harus bersifat spesifik [...]

Leave a Reply