Istilah/perintah dalam operasional Kamera

Istilah/perintah dalam operasional Kamera ;
1. Track in = maju
2. Track out = mundur
3. Crab left = bergeser ke kiri
4. Crab right = bergeser ke kanan
5. Elevate = crane up = menaikkan kamera/meninggikan kamera
6. Depress = crane down = merendahkan/menurunkan kamera
7. Pan left = mengarahkan kamera ke kir
8. Pan right = mengarahkan kamera ke kanan
9. Tilt up Pan up = menaikkan kamera dan mengarahkan kamera ke bawah
10. Tilt down = Pan down = menurunkan kamera dan mengarahka kamera ke atas
11. Framing = merupakan istilah standard yang digunakan untuk ukuran gambar. Tiap ukuran diberikan nama untuk memudahkan komunikasi antara director dengan cameraman. Contoh berikut adalah framing manusia, yaitu :
11.1. Detail Shot
Pengambilan gambar sebelah mata kanan/kiri sebagaimana diterangkan dalam script, mis: CU LET EYE. Petunjuk di script biasanya menyebut kamera kanan atau kiri.
11.2. Big Close-Up (BCU)
Potongan dari bagian atas kepala, bukan mulut atau dagu. Digunakan apabila Director ingin menonjolkan ekspresi atau cirri khusus subjek
11.3. Close-Up (CU)
Keseluruhan bentuk kepala.
11.4. Medium Close-Up (MCU)
Bagian bawah frame adalah bagian dada subjek
11.5 Mid Shot (MS)
Bagian bawah frame berada lebih bawah lagi dari pinggang untuk menunjukkan sosok subyek.
11.6. Medium Long Shot (MLS)
Juga disebut shot ¾ . Bagian bawah frame berada di sekitar lutut subyek.
11.7. Long Shot (LS)
Gambar tubuh secara lengkap dengan jarak yang sama antara batas frame di atas kepala dengan di bawah kaki. Ukuran shot ini dimulai untuk menunjukkan action sesuai ukuran set.
11.8. Very long (VLS)
Gambar tubuh secara lengkap. Jarak diperbesar keduanya diatas kepala dan di bawah kaki untuk menunjukkan posisi subyek diantara obyek lain yang ditonjolkan.
Apabila telah selesai dala suatu shooting, maka:
1. Kembalikan kamera head pada posisi lock-off posisi yang terendah.
2. Apabila prompters atau lampu kamera telah terpakai, lepaskan kabelnya.
3. Tutup lena dengan penutupnya dan pindahkan dolly ke tempatnya semula.
4. Apabila video enginer menyatakan bahwa kamera telah dimatikan, gulung kabelnya dengan baik dan rapi untuk memudahkan pemakaian bertikutnya.
5. Hed set untuk komunikasi agar disimpan kembali.
6 Simpan shot shet/rundown yang telah dipakai sebagai dokumentasi untuk bahan evaluasi. Dokumentasi ini dapat dimanfaatkan untuk program yang sama atau sejenis.

Lighting
Tata cahaya/lighting yang baik secara teknik dan artistic merupakan kontribusi yang vital bagi Produksi program TV. Jenis dan model yang dikehendaki dari pengaturan lighting harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan produser. Lighting yang baik adalah bila hasil di layer TV segalanya terlihat natural atau tercapai tujuannya.

Maksud dan tujuan ;
1. Lighting bertujuan agar hasil kamera Tv menghasilkan gambar yang berkualitas tinggi. Tingkat pencahayaan harus tepat untuk lensa kamera yang digunakan, sehingga gambar bisa diexpose dengan benar dan menciptakan ilusi tiga dimensi pada gambar datar.
2. Lighting diposisikan yang cocok untuk berbagai posisi kamera.
3. Posisi lighting disesuaikan dengan scenery, kamera dan possi sound oom agar tidak menghalangi talent dalam membaca prompter, mendegradasi make-up dll.
4. Menimbulkan impact visual yang menarik dan meningkatkan daya tarik subyek.
5. Mengesankan suasana yang tepat dan terlihat asli/natural dengan mengesankan waktu sesuai hari dan cuaca sesuai script.
6. Menentukan focus dan daya tarik pemirsa.

Audio
Dalam produksi televisi yang merupakan media audio visual, audio memgang peran sangat mendasar. Kualitas suara yang baik sesuai dengan scenery yang diatur da ditata dengan sempurna melalui peralatan teknologi seoptomal mungkin merupakan daya tarik bagi pemirsa.
Peralatan audio harus di set sedemikian rupa agar serasi degan audio level yang dikhendaki. Apabila terlalu keras akan menyebabkan penyimpangan berlebiha sehingga menghasilkan nada berlebihan yang palsu dan sumbang.

Videotape Recording (VTR)
VTR merupakan peralatan produksi yang mengalami banyak kemajuan hinga saat ini merupakan peralatan yang mudah dioperaikan lebih kompak dan dapat diandalkan.

Beberapa kegunaan VTR :
1. Kualitas dari program yang direkam hamper setara dengan video original
2. Hasil rekaman dapat segera di replay tanpa melalui proses pendahuluan apapun. Pada beberapa peralatan telah dilengkapi dengan monitor untuk memeriksa kualitasnya.
3. Videotape dapat direproduksi berkali-kali tanpa penurunan kualias.
4. Hasil rekaman dapat dihapus total atau dipilih dan dapat dipkai untuk rekaman berikutnya.
5. Videotape mudah diedit.
6. Videotaping memudahkan scheduling. Program dapat direkam dalam saat yang memungkinkan serta dapat diputar ulang bila dinginkan.
7. Berbagai effects video dapat direkam dan diperiksa seketika.
8. Film-film cinema dapat ditransfer ke film video untuk diberi tabahan title/kata-kata, penambahan music atau effects.
9. Director dapat membuat off-line editing sebelum dilakukan post-production final editing.

This entry was posted on Monday, March 1st, 2010 at 1:51 am and is filed under Produksi Komunikasi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply