Ponsel dan budaya konsutif

Teknologi ibarat seorang balita yang terus-menerus berkembang dari hari ke hari. Ia tidak akan pernah kehabisan semangat untuk membuat sesuatu yang memikat. Seperti anak-anak yang seolah tidak pernah kekurangan energi, teknologi pun selalu meluncurkan produk-produk terbarunya dalam waktu yang relatif singkat. Demikian cair dan licinnya inovasi yang diciptakan oleh teknologi sehingga dalam sekejap saja, apa yang baru saja disodorkan teknologi berubah satu jam kemudian.

Mengingat hal tersebut, tidak heran bila teknologi 3G yang beberapa waktu lalu sempat hip tengah tersengal-sengal mengatur napas. Era 3G hampir berakhir. Saat ini, teknologi MMS tersebut digantikan oleh 3.5G yang lebih canggih dan mumpuni. Bahkan, tidak lama lagi, teknologi tersebut juga akan berhenti. Mampus. Skak mat. Apabila saat itu tiba, sudah waktunya kita ucapkan selamat datang pada era 4G.

Teknologi 4G (fourth generation) merupakan generasi teknologi seluler yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan. Selain itu, teknologi ini juga memiliki kemampuan untuk berintegrasi dengan radio yang dioperasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth, dan selular. Hebatnya lagi, dengan teknologi SIP yang berada di belakang 4G, nomor telepon +62 21 123 5678 hanya lah subset, bagian kecil daripada identifikasi telepon. Sebagian besar penomoran akan dilakukan menggunakanURLsepertisip:onno@indo.net.id(http://72.14.235.132/search?q=cache:dzxvCjXATYYJ:bebas.vlsm.org/v09/onno-ind-1/physical/4g-akhir-kejayaan-inteligent-network 2002.rtf+4G&hl=id&ct=clnk&cd=3&gl=id&client=firefox-a, diakses Sabtu 13 Desember 2008).

4G sebenarnya pengembangan dari 3G (third generation); 1G adalah telepon seluler biasa yang hanya mampu untuk menelepon (telepon analog), 2G adalah pengembangan dari 1G, yang dapat melakukan layanan short message service atau sms. GPRS mulai diperkenalkan pada teknologi tingkat 2G. Sedangkan 3G adalah teknologi yang saat ini tengah digandrungi masyarakat indonesia. 3G dapat melakukan transfer data walaupun hanya dalam kapasitas yang kecil. 3G juga mampu melakukan video streaming atau menelepon dengan melihat wajah lawan bicara. 3G juga dapat mengaktifkan fasilitas GPS dari operator.

4G juga akan dilengkapi oleh WiMax, suatu teknologi yang memungkinkan pengguna ponsel untuk mengakses internet secara bebas di manapun dan kapanpun. WiMAX ini dapat diintegrasikan dengan jejaring kabel Ethernet. Komunikasi data paket berbasis IP (Protokol Internet) juga dapat dioptimalkan oleh WiMAX.

Di masa yang akan datang, dengan adanya teknologi 4G, kita dapat menikmati komunikasi jarak jauh seakan-akan sedang bertatap muka. Dengan 4G ini pula, kita dapat dengan cepat mengakses internet maupun acara televisi kapan saja dan di mana saja. Berbagai informasi dapat diperoleh dengan cepat karena teknologi telepon selular generasi keempat (4G) yang mampu mentransfer suara, data, dan gambar dalam kecepatan tinggi, hingga 100 Mbps (megabyte per second). Kemampuan yang ada pada teknologi ini tentunya diharapkan mampu memberikan lebih banyak kemudahan dan efektivitas untuk berbagai sisi kehidupan masyarakat. Dengan adanya 4G, bidang pendidikan juga akan terbantu. Sangat mungkin, buku-buku pelajaran akan bertransformasi bentuk dalam kemasan digital dan didistribusikan lewat content provider. Untuk dunia hiburan, kehadiran 4G memungkinkan penggunanya untuk melakukan download file-file audio/video on demand. Selain itu, kita juga dapat menikmati radio streaming maupun mobile TV, termasuk sinetron, melalui teknologi 4G.

Dengan hadirnya 4G di tengah masyarakat tentu akan banyak pula berbagi kemudahan yang kita dapatkan. Semakin mudahnya kita dalam mengakses internet merupakan salah satu hal yang paling terasa setelah hadirnya 4G di masyarakat. Masyarakat tidak perlu lagi mencari WiFi Area atau pergi ke warnet untuk sekedar menikmati akses internet. Kita akan jauh lebih efisian dan efektif dalam masalah waktu, tidak perlu lagi berlama-lama mencari WiFi Area sebab dimanapun dan kapanpun kita bisa mengakses informasi. Akibat hadirnya teknologi ini, tentu akan membantu pemerintah lebih cepat dalam melakukan pemerataan pembangunan. Pihak kepolisian juga akan sangat dimudahkan dengan munculnya 4G yaitu memudahkan kepolisian dalam mencari buronannya, jadi mereka bisa lebih cepat dalam melacak tersangka.masyarakat juga akan lebih mudah mendapatkan informasi, sebab kemudahan akses menjadi produsen sekaligus konsumen informasi. Pada saat 4G hadir internet tidak lagi menjadi suatu hal yang eksklusif, namun akan lebih ekonomis karena diakses dapat dijangkau lebih banyak orang. Orang akan lebih mudah berkomunikasi satu sama lain, terutama via internet.

Teknologi 4G menciptakan teknologi yang benar-benar membantu manusia dalam segala hal. Namun, selain berfungsi dalam membantu manusia teknologi 4G memiliki dampak sosial yang negatif bagi manusia dan kehidupannya. Semakin lama, kehidupan manusia akan semakin bergantung pada teknologi. Ketergantungan inilah yang akan menimbulkan efek buruk bagi manusia. Apapun yang ingin dilakukan oleh manusia menjadi semakin bergantung pada kecanggihan teknologi 4G. Teknologi ini menyediakan segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia terutama dalam hal informasi. Semuanya serba praktis dan cepat.

Karena ketergantungan pada teknologi tersebut nantinya juga menyebabkan berkurangnya interaksi sosial. Segala sesuatu yang bisa dimediasi oleh teknologi 4G tidak akan dilakukan lagi di dunia nyata dengan saling berinteraksi. Adanya teknologi 4G menyebabkan segala pertemuan atau pembicaraan yang biasanya dilakukan dengan tatap muka di ”darat” berpindah dalam interaksi di dunia maya. Ini merupakan dampak yang negatif bagi manusia sebagai penggunanya. Manusia serasa menjadi makhluk teknologi dibandingkan makhluk sosial.

Sementara itu, dalam lingkungan manusia sendiri pun juga akan tercipta kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial ini dapat terjadi karena tidak semua manusia akan memiliki teknologi 4G.. Di antara manusia tersebut masih ada yang memiliki teknologi 2G atau 3G, atau bahkan belum mengenal sama sekali. Dari sinilah kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin terlihat. Mereka yang kaya pasti memiliki teknologi 4G sedangkan yang miskin masih berkutat dengan teknologi yang lebih rendah dari 4G.

Selain kesenjangan sosial, juga akan muncul budaya konsumtif terhadap teknologi dalam kehidupan manusia. Mereka akan semakin konsumtif dengan ponsel berteknologi 4G. Hal ini karena kecanggihan dari fitur-fitur yang diberikan semakin lama akan semakin bertambah. Manusia (tentunya yang memiliki materi cukup) akan merasa tidak puas dengan teknologi yang ia pakai. Ada gengsi yang dipertaruhkan dalam kehidupan manusia. Sehingga, ia rela mengeluarkan uang berapa pun untuk teknologi tersebut.

Dari segi ekonomi, yang terkena dampak negatif adalah pengusaha warnet. Seperti diketahui, teknologi 4G memungkinkan para penggunanya untuk akses internet secara cepat. Untuk pengiriman data pun juga dilakukan dengan cepat. Hal inilah yang merugikan warnet.. Mereka pasti kehilangan sebagian besar penghasilannya karena orang-orang lebih memilih berselancar di dunia maya dengan ponsel berteknologi 4G daripada harus jauh-jauh menuju warnet. Sehingga, pengusaha warnet pun semakin sedikit.

Hal yang paling penting dari dampak negatif dari teknologi 4G yaitu turunnya budaya membaca buku yang ada di masyarakat. Masyarakat akan semakin malas untuk melakukan aktivitas membaca buku. Karena dengan adanya teknologi 4G manusia sudah sangat terbantu dengan segala informasi yang cepat. Manusia pun tidak perlu susah-susah lagi membaca buku karena semuanya telah terpenuhi dengan sebuah ponsel 4G.

Teknologi 4G pun juga membuktikan adanya globalisasi informasi yang ada di dunia. Semua orang dapat mengakses dan mendapatkan informasi dari manapun. Hal ini tentunya dapat menyebabkan adanya pembajakan atas karya seseorang. Beberapa informasi dapat dengan mudahnya diatasnamakan oleh seseorang. Kita tidak akan pernah tahu apakah itu benar adanya. Tidak ada bukti yang otentik. Semua ini karena kecanggihan teknologi 4G!

Selain itu, pornografi pun dapat menyebar secara luas. Dengan teknologi 4G ini semakin memudahkan penyebaran gambar-gambar yang asusila. Kecepatan pengiriman data semakin mempermudahnya. Hal ini tentunya dapat merusak moral seseorang. Setiap orang dapat mengakses gambar-gambar ini di mana saja secara pribadi dengan teknologi 4G.

Bagaimanapun juga, teknologi mengambil peran penting dalam mempermudah hidup manusia. Mengenai dampak yang akan terjadi, semua itu kembali lagi kepada kita, manusia sebagai pencipta dan pengguna. Agar tidak menimbulkan dampak-dampak negatif, teknologi harus digunakan dengan pintar dan bijak.

This entry was posted on Monday, March 1st, 2010 at 2:44 am and is filed under Komunikasi Data, Komunikasi Lintas Budaya. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply