Archive for the ‘Konsep Dasar Penelitian’ Category

 

Tahap Penelitian Secara Umum

December 27th, 2009

Tahap Penelitian Secara Umum
1. Tahap Pra-Lapangan
a. Menyusun Rancangan Penelitian
b. Memilih Lapangan Penelitian
Cara terbaik dalam menentukan Lapangan Penelitian adalah dengan jalan mempertimbangkan teori substantif dan dengan mempelajari dan mendalami fokus serta rumusan masalah penelitian; untuk itu peneliti harus pergi kelapangan untuk melihat persesuaian dengan kenyataan dilapangan.
Sesuaikan kemampuan dengan keadaan geografis, waktu, biaya, dan tenaga, dalam penentuan [...]

Read full article | No Comments »

Paradigma Kualitatif dan Kuantitatif

December 14th, 2009

Paradigma Kualitatif dan Kuantitatif

Kualitatif berasal dari kata ’kualitas’ atau ’quality’ yang berarti mutu, sifat, ciri-ciri (Kamus Standar Lengkap Inggris-Indonesia; Dhanny R. Cyssco, penerbit Buana Ilmu Populer). Berarti, jika kita berbicara tentang kualitatif, berarti kita berbicara mengenai hal-hal yang bersifat mutu, ciri-ciri dan sifat sesuatu atau seseorang. Jika kita berbicara tentang sebuah meja, maka yang menjadi [...]

Read full article | No Comments »

Hipotesis harus jelas secara konseptual

November 28th, 2009

Hipotesis harus jelas secara konseptual
Konsep sedapat mungkin didefinisikan secara operasional. Untuk menjelaskan konsep, definisikanlah konsep itu (a) dengan kata-kata, (b) dalam operaso tertentu (indeks pengukuran, jenis observasi), (c) dengan menghubungkannya pada konsep-konsep lain yang dalam penelitian sebelumnya.

Read full article | 1 Comment »

Hipotesis harus mempunyai rujukan empiris

November 28th, 2009

Hipotesis harus mempunyai rujukan empiris
Hipotesis tidak boleh mengandung konsep-konsep yang merupakan penilaian (value judgements). “Pemuda seharusnya berperan dalam pembangunan” merupakan contoh hipotesis yang merujuk pada nilai, bukan pada rujukan empiris. Kata-kata seperti “seharusnya” harus dihindari karena lebih mencerminkan sikap daripada gejalah empiris. Ubah kata-kata seperti itu menjadian uraian deskriptif misalnya “ hubungan masyarakat yang baik [...]

Read full article | 1 Comment »

Hipotesis harus bersifat spesifik

November 28th, 2009

Hipotesis harus bersifat spesifik
Sering kali kita membuat hipotesis-hipotesis yang umum karena hipotesis-hipotesis tersebut kedengaranya “hebat” dan mengesankan. Sebenarnya hipotesis seperti itu tidak dapat diuji contoh “ (a) Jika komunikasi timbal-balik antara pemerintah dan rakyat dilakukan sebaik-baiknya, partisipasi dalam pembangunan akan meningkat. (b) Bila siaran pedesaan disesuaikan dengan frame of reference pendengarnya, siaran pedesaan itu akan [...]

Read full article | 1 Comment »