TEKNIK PEMBUATAN ARTIKEL

TEKNIK PEMBUATAN ARTIKEL

Pedoman penulisan artikel :

-    Ringkas.
Penggunaan bahasa yang ringkas akan melancarkan  jalan  bahasa  dan membuat kalimat lebih kuat kesannya.

-    Jelas. (Mudah dipahami massa),
Buatlah tulisan yang tidak membingungkan massa, tetapi  juga  tidak membosankan bagi orang yang sudah tahu.

Read the rest of this entry »

The Virtual Individual-Identity

The Virtual Individual-Identity

Menurut Tim Jordan (1999:60) ada dua kondisi yang bisa menggambarkan bagaimana keberadaan individu dan konsekuensinya dalam berinteraksi di internet, yaitu (1) untuk melakukan koneksitas di cyberspace setiap orang harus melakukan logging in atau melakukan prosedur tertentu–seperti menulis username dan password–untuk membuka akses ke e-mail, situs jaringan sosial, atau laman web lainnya. Ketika prosedur tersebut dilalui, maka individu akan mendapatkan semacam their own individualised place di mana setiap individu mendapatkan laman khusus yang hanya bisa diakses oleh individu tersebut saja atau yang biasa disebut dengan istilah akun(account); (2) memasuki dunia virtual kadangkala juga melibatkan keterbukaan dalam identitas diri sekaligus juga mengarahkan bagaimana individu tersebut mengidentifikasikan atau mengkonstruk dirinya di dunia virtual. Pengguna Facebook, sebagai misal, harus memasukkan informasi dirinya seperti nama, tempat tanggal lahir, pendidikan, hobi, dan sebagainya. Informasi inilah yang tidak hanya bisa diakses oleh sipemilik akun, melainkan juga bisa dibaca oleh semua orang yang terkoneksi Facebook.
Read the rest of this entry »

Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat

Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat

(Disadur dari F Budi Hadiman, 2004, Ruang Publik Politis: Komunikasi politis dalam Masyarakat Majemuk)

“Segala tindakan yang menyangkut hak orang-orang lain
yang maksimnya tak sesuai dengan kepublikan adalah tak adil.”
- Immanuel Kant

BANGSA kita sedang memasuki tahapan sejarah yang sangat penting dengan melangsungkan pemilihan presiden secara langsung. Namun, ini baru awal. Sangatlah dini mengklaim sukses pemilu sebagai sukses demokratisasi. Pemahaman demokrasi di negara-negara yang sedang melangsungkan transisi dari otoritarianisme menuju demokrasi seperti negara kita bersifat minimal. Demokrasi dimengerti sebagai pemilihan umum yang berlangsung fair. Demokrasi minimalis ini mengabaikan proses di antara pemilihan umum yang satu dan pemilihan umum yang lain. Namun, jika bertolak dari konsep demokrasi itu sendiri, kita tak dapat berhenti pada sikap minimalis.

Read the rest of this entry »

FAKTOR-FAKTOR PENGARUH ISI MEDIA

FAKTOR-FAKTOR PENGARUH ISI MEDIA

Apa yang disajikan media, pada dasarnya adalah akumulasi dari pengaruh yang beragam. Pamela J. Shoemaker dan Stephen D. Reese (1996), dalam Mediating The Message: Theories of Influences on Mass Media Content, menyusun berbagai faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam ruang pemberitaan. Mereka mengidentifikasikan ada lima faktor yang mempengaruhi kebijakan redaksi dalam menentukan isi media (bandingkan dengan McQuail, 1987), sebagai berikut:
Read the rest of this entry »

Media Komunikasi dan Kehumasan

Media Komunikasi dan Kehumasan

Pengertian dan Ruang Lingkup Publik Humas

Pengenalan khalayak, audience atau publik dari pengertian public (dalam bahasa Inggris) lebih relevan untuk memahami struktur publik karena relevan dengan konteks public relations (humas).

Pengenalan bentuk publik lebih dipahami pula dalam konteks sasaran organisasi tertentu baik komersial dan nonkomersial dalam hubungan dengan publiknya: publik internal dan publik eksternal.

Pemahaman struktur publik yang lebih menyeluruh adalah dari segi manajemen humas yang mengelola hubungan organisasi dan publik internal maupun publik eksternal, yang meliputi enam unsur.
Read the rest of this entry »