Editing

Editing dilakukan agar memperoleh hasil akhir/final dari proses [roduksi agar siap disiarkan sebagai program televisi. Editing dibuat dengan keahlian dan rasa seni yang baik dapat merupakan kreativitas penting bagi kontribusi produksi.

Dalam TV editing terdapat 3 macam editing:
1. Video switching pada saat rekaman dengan production switcher
2. Post-production videotape editing
3. Film editing

Pda dasarnya mekanisme editing berhubungan denga :
- “moment” yang dipilih untuk berpindah dari satu adegan ke adegan lainnya.
- “bagaimana” membuat perpindahan (cut, mix) dan “kecepatan” dari perpindahan.
- “maksud” dari adegan-adegan dan “durasi”
- Memelihara kesinambungan gambar dan audio yang bagus, mengkombinasikan gambar yang dishoot ditempat dan waktu yang berbeda, walaupun dengan single kamera.

Istilah/perintah dalam operasional Kamera

Istilah/perintah dalam operasional Kamera ;
1. Track in = maju
2. Track out = mundur
3. Crab left = bergeser ke kiri
4. Crab right = bergeser ke kanan
5. Elevate = crane up = menaikkan kamera/meninggikan kamera
6. Depress = crane down = merendahkan/menurunkan kamera
7. Pan left = mengarahkan kamera ke kir
8. Pan right = mengarahkan kamera ke kanan
9. Tilt up Pan up = menaikkan kamera dan mengarahkan kamera ke bawah
10. Tilt down = Pan down = menurunkan kamera dan mengarahka kamera ke atas
11. Framing = merupakan istilah standard yang digunakan untuk ukuran gambar. Tiap ukuran diberikan nama untuk memudahkan komunikasi antara director dengan cameraman. Contoh berikut adalah framing manusia, yaitu :
11.1. Detail Shot
Pengambilan gambar sebelah mata kanan/kiri sebagaimana diterangkan dalam script, mis: CU LET EYE. Petunjuk di script biasanya menyebut kamera kanan atau kiri.
11.2. Big Close-Up (BCU)
Potongan dari bagian atas kepala, bukan mulut atau dagu. Digunakan apabila Director ingin menonjolkan ekspresi atau cirri khusus subjek
11.3. Close-Up (CU)
Keseluruhan bentuk kepala.
11.4. Medium Close-Up (MCU)
Bagian bawah frame adalah bagian dada subjek
11.5 Mid Shot (MS)
Bagian bawah frame berada lebih bawah lagi dari pinggang untuk menunjukkan sosok subyek.
11.6. Medium Long Shot (MLS)
Juga disebut shot ¾ . Bagian bawah frame berada di sekitar lutut subyek.
11.7. Long Shot (LS)
Gambar tubuh secara lengkap dengan jarak yang sama antara batas frame di atas kepala dengan di bawah kaki. Ukuran shot ini dimulai untuk menunjukkan action sesuai ukuran set.
11.8. Very long (VLS)
Gambar tubuh secara lengkap. Jarak diperbesar keduanya diatas kepala dan di bawah kaki untuk menunjukkan posisi subyek diantara obyek lain yang ditonjolkan.
Apabila telah selesai dala suatu shooting, maka:
1. Kembalikan kamera head pada posisi lock-off posisi yang terendah.
2. Apabila prompters atau lampu kamera telah terpakai, lepaskan kabelnya.
3. Tutup lena dengan penutupnya dan pindahkan dolly ke tempatnya semula.
4. Apabila video enginer menyatakan bahwa kamera telah dimatikan, gulung kabelnya dengan baik dan rapi untuk memudahkan pemakaian bertikutnya.
5. Hed set untuk komunikasi agar disimpan kembali.
6 Simpan shot shet/rundown yang telah dipakai sebagai dokumentasi untuk bahan evaluasi. Dokumentasi ini dapat dimanfaatkan untuk program yang sama atau sejenis.
Read the rest of this entry »

TATA ARTISTIK PRODUKSI

TATA ARTISTIK PRODUKSI
Bagian yang antara lain mengerjakan tata artistic untuk keperluan Produksiadalah Departemen Art.
1. Pembuatan set décor tergantung kepada efektifitas, fasilias, waktu dan anggara yanag tersedia.
2. Berkenaan dengan tingkat keterampilan di stasiun TV, kesimpulan akhir dating dari perpaduan antara pandangan imajinasi dan kenyataan praktis di lapangan.
3. Perencanaan dilakukan dengan melakukan serangkaian diskusi antara set dsainer dan produser. Membuat sketsa, rencana ukuran dan ketinggiannya, konsep Produksi yang ditransformasikan pada biaya tenaga kerja, harga dan kebutuhan material.
4. Untuk produksi acara yang berskala besar, hendaknya melakukan kolaborasi yang melibatkan beberapa tenaga ahli dibidangnya. Ruang gerak kamera, olah gerak pengisi acara, Variasi lighting, pengambilan suara, kostum, make-up, dan kebutuhan teknik yang memungkinkan.
5. Ruang lingkup tanggung jawab Departemen Art adalah :
5.1. Desain Grafis
Meliputi pekerjaan pembuatan tata aksara (lettering), ilustrasi gambar, panel informasi, animasi computer grafis, papan caption, dll.
5.2. Set Décor
- Basic studio items: platform legs
- Fasility items: drops, support, flooring, cloth, garss mats
- Large sets-main body: unit piece, photo backing, unit sets
- Greenery: stones, plants
5.3. Properties
- Seluruh furniture
- Lukisan
- Peralatan masak, olah raga
- Perlengkapan sesuai set tang dibangun
5.4. Special effects
- Angin
- Hujan
- Berawan
- Salju, ice/dry ice
- Efek elektrik
5.5. Special Atwork
- Miniature sets
- Siluet (silhouettes)
- Boneka
- Model
5.6. Make-up, hairdo, customes,wardrobe
- Make up (tat arias)
- Tata busana (Wardrobe/custom)
-Tata brambut (wigs)
- Aksesories (accessories)
- Alas kaki (footwear)
5.7 Dalam operasional hariannya, Departemen Art ini juga membantu berbagai kegiatan perusahaan antara lain :
5.7.1. Pengaturan set decorasi, ruangan kantor, termasuk tata artistiknya.
5.7.2. Membantu Departmen Produksi dalam penyediaaan set decorasi dan keprluan Art lainnya.
5.7.3. Membantu Departemen Promosi dalm pembuatan desain kalender, undangan, dll.
5.7.4. Membantu divisi marketing dalam pembuatan desain leaflet, brosur, buku program bulanan, dll.

Read the rest of this entry »

Sambungan dari Tahap-tahap Memproduksi Acara TV

Sambungan dari Tahap-tahap Memproduksi Acara TV
dalam posting Tahap-tahap Memproduksi Acara TV sebelumnya belum selesai dengan produksi TV yaitu luar studio berikut ini sambungan postingan sebelumnya

DALAM STUDIO DAN LUAR STUDIO

Siaran dari luar negeri seringkali dikombinasikan dengan talk show di dalam negeri, Misalnya pada siaran sepak bola atau bulu tangkis. Bila presenter yang berada di luar negeri, makadilakukan siaran langsung audio dan video. Sedangkan bila audio saja, maka foto presenter ditampilkan dala CG (Curent generator).

Sesuai scenario, shooting bisa dilakukan di dalam studio dan luar studio sekaligus secara terintegrasi, baik untuk taping maupun live. Bila demikian, maka setting peralatan dilakukan sebaik dan seteliti mungkin, sehingga pergantian adegan bisa berlangsung dengan lancar.
1. Program Director membuat run-down acra dibuat dengan rinci dan jelas, dan dimengerti oleh seluruh seluruh crew yang terlibat.
2. ntuk acara yang berdurasi lebih dari 45 menit, switcher dibantu oleh asisten switcher dan ditempatkan di lokasi shooting.
3. pastikan seluruh peralatan komunikasi yang digunakan (HT, Headphone, Handphone) berfungsi dengan baik.
Read the rest of this entry »

Tahap-tahap Memproduksi Acara TV

Tahap-tahap Memproduksi Acara TV

1. Proposal dan Rencana anggaran biaya dibuat oleh masing-masing produser yang bersangkutan, dibicarakan dalam tim dan ditandatangani oleh Manager Produksi.
2. Setelah diperiksa oleh Budgeting (Accounting) diperiksa oleh Departemen Finance.
3. Proposal dibicarakan dan meminta persetujuan dari GM Produksi, GM Marketing, GM Program dan Managing Director.
4. Proposal Produksi memuat penjelasan mengenai :
- Judul Program – Rencana Kerja
- Rencana Penayangan – Tata artistic, lampu dan effect
- Pengisi Acara – Tata suara
- Susunan Crew Produksi – Penyutradaraan
- Uraian ide, isi, maksud dan – Tata kamera dan tujuan program.
- Durasi dan Rundown – Post Production
- Lokasi produksi – Anggaran Biaya

5. Dalam Rencana Produksi dijelaskan mengenai luas studio yang diperlukan disertai alasan/data yang diperlukan.
6. Untuk keteraturan Produksi, Program Rundown dan Daily Rundown adalah pegangan utama pelaksanaan Produks. Urutan kegiatan atau rundown harus dijelaskan dan disosialisasikan kepada crew Produksi yang terlibat dari suatu program.
7.Proposal unuk program-program yang mempunyai jadwal tetap (seperti Ramadhan, Idul Fitri, Hut Lativi dan Program Reguler lainnya) diserahkan 6 bulan sebelumnya, agar tersedia cukup waktu untuk evaluasi, riset, perencanaan penggunaan studio, crew, peralatan, pegisi suara dan penjadwalan air time-nya.
Read the rest of this entry »